Senin, 03 Maret 2008

Ballast Lampu Neon

Pada lampu tabung berbentuk bohlam, piranti bernama ballast ini susah untuk dilihat. Namun, pada lampu tabung yang benar-benar tabung, misalnya lampu TL atau neon, kita akan melihat wujudnya, meski tertutup rapat. Saat lampu menyala, ballast mengeluarkan bunyi berdengung yang cukup mengganggu.
Bila mengganggu, kenapa tidak dibuang saja?
Inilah gunanya.
Sebelum lampu tabung ditemukan, orang sudah mengenal lampu bohlam yang didalamnya terdapat kawat tungsten. Kawat halus ini berfungsi menangkap energi panas dari listrik dan melepaskannya dalam bentuk cahaya, dengan syarat, oksigen di udara tidak boleh terlibat, sehingga kawat harus diselubungi tabung kaca.
Dari penemuan ini, lahirlah teknologi tabung gas yang berprinsip mengubah energi kimia menjadi energi radiasi. Sebuah tabung kaca berbentuk silinder dapat diisi gas mulia (neon atau argon), ditutup rapat, dan di ujung-ujungnya diberi elektroda. Masing-masing ujung dihubungkan ke arus listrik. Ketika arus mengalir, terjadi perbedaan tegangan antarkedua elektroda. Akibatnya, terjadilah aliran energi dalam gumpalan gas yang menyebabkan atom-atom gas saling berbenturan dan melepaskan elektron dari atomnya.
Sesuai Hukum Newton, setiap zat akan mencari keseimbangannya. Oleh karena itu, kelebihan energi segera dilepaskan oleh elektron dalam bentuk cahaya. Permasalahannya, selama ada arus listrik, jumlah elektron bebas akan menigkat terus-menerus. Apabila hal ini terus dibiarkan, tabung tersebut dalam relatif singkat dapat pecah. Artinya, diperlukan suatu perangkat yang mampu mengendalikan jumlah arus yang masuk ke dalam tabung tersebut.
Piranti tersebut, tidak lain, yaitu ballast. Meski berdengung dan menurunkan efisiensi daya listrik, alat tersebut memegang peran yang vital.

1 komentar:

widiyanto mengatakan...

bang bayu..
artikelnya bagus..
mhn pencerahan tentang fungsi ballast yg vital di neon.
gmn proses kerja yg dilakukan ballast shg jd vital?
trims.