Jumat, 22 Juni 2007

Cecoretan episode #6 : Makarti

Makarti?
Apaan tuh?
Makati merupakan acara yang diadakan oleh ekstra pramuka di sekolahku.
Besok (23 juni 2007) aku akan ikut kegiatan tersebut. Semua murid kelas sepuluh wajib dan harus, kecuali yang memang niatnya dari awal untuk membolos dari kegiatan tersebut, ikut kegiatan tersebut. Pulangnya hari senin besok (25 Juni 2007).
Makarti merupakan singkatan dari... Wah, lupa! Yang pasti ada kata "malam"-nya.
Sebentar...
Ternyata MAKARTI singkatan dari "Perkemahan Karya Bhakti" dan sekarang, kata undangannya, merupakan yang kesebelas.
Akan aku beritahu pengalamanku di Cecoretan episode selanjutnya
Bila ada pertanyaan kirim ke Cbox Chat Widget di sebelah kiri.

Read More..

Kamis, 21 Juni 2007

Cecoretan episode #5 : Warnet

Warnet
Apakah itu?
Warnet merupakan singkatan dari Warung Internet yaitu adalah salah satu jenis wirausaha yang menyewakan jasa internet kepada khalayak umum.

Warnet
Purnama_Net
Lokasi : Kesamben
IP : 69.88.4.12
Percobaan
Waktu : 14.18 WIB
Ping
pinging www.l.google.com [66.249.89.104] dengan 32 bit data
Statistik ping untuk 66.249.89.99:
Paket: Terkirim = 4216, Diterima = 4068, Hilang = 148 (Hilang 3%),
Waktu yang dibutuhkan perjalanan data dalam milisekon:
Sedikitnya = 412ms, Sebanyaknya = 4208ms, Rerata = 1032ms
Ipconfig
(User1)
IP Address : 192.168.0.2
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.0.50

Read More..

Cecoretan episode #4 : Blogger Bahasa Indonesia

Blogger.com adalah suatu layanan pembuatan dan penyimpanan blog yang dimiliki oleh Google. Blogger juga merupakan sebutan bagi orang yang memiliki dan mengelola sebuah blog. Bayu di BlogSpot adalah salah satu yang menggunakannya. Bila memiliki akun Blogger.Com maka pemiliknya memiliki alamat: http://pengguna.blogspot.com/. Hari ini terlihat di Blogger suadah memiliki layanan berbahasa indonesia. Blogger sebelumnya tidak memiliki layanan berbahasa Indonesia sehingga Bayu di BlogSpot memilih mempergunakan Bahasa Inggris. Halaman awal Blogger udah menampilkan petunjuk dan lain-lainnya dalam bahasa Indonesia secara otomatis apabila IP location dari ISP terdeteksi berasal dari Indonesia.
Apabila setelah login tampilan dashboard kamu masih dalam bahasa lainnya atau Bahasa Inggris (Amerika Serikat) secara dasar, kamu bisa memilih Bahasa Indonesia dalam pilihan Bahasa yang berada disebelah kanan Dashboard. Sepertinya Blogger lagi nyicil sedikit-sedikit untuk perubahan selanjutnya, tinggal nunggu fasilitas upload video saja yang belum.

Pengertian Blog
Sebenarnya apakah blog itu? Blog merupakan adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Sejarah Blog
Blog merupakan kependekan dari "weblog" yang secara bebas berarti catatan web. Jorn Barger pada tanggal 17 Desember 1997 dengan maksud bercanda memecahnya menjadi "we blog" . Dan sekarang blog diadaptasi menjadi kata kerja dan kata benda ("mengeblog", berarti "untuk mengirim dan/atau menyunting satu atau beberapa weblog").
Media Blog pertama kali di populerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat Open Source yang di peruntukan kepada perkembangan para Blogger tersebut.
Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Referensi

Read More..

Minggu, 17 Juni 2007

Cecoretan episode #3 : Sebuah "Source Code"

Cecoretan ini adalah sebuah corat-coret yang berguna untuk mengetahui "Page Source" atau kode halaman dari Bayu di Blogspot. Cecoretan ini dapat digunakan untuk belajar para pemula.
Halaman ini terdiri atas :

Huruf Tebal (Bold)
Huruf Miring (Italic)

Serta :

Huruf Terkecil (Smallest)
Huruf Kecil (Small)
Huruf Biasa (Normal)
Huruf Besar (Large)
Huruf terbesar (Largest)

Huruf Arial Biasa
Huruf Courier New Biasa
Huruf Georgia Biasa
Huruf Lucida Grande Biasa
Huruf Times New Roman Biasa
Huruf Trebuchet MS Biasa
Huruf Verdana Biasa
Huruf Webdings BiasaHuruf Webdings Biasa

Huruf Berwarna


Huruf Dengan Pertautan Menuju Bayu di Blogspot

Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kiri.

Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata tengah.


Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan.


Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri.


Daftar paragraf bernomor
  1. Paragraf bernomor
  2. Paragraf bernomor
  3. Paragraf bernomor
  4. Paragraf bernomor
  5. Paragraf bernomor


Daftar paragraf berbutir
  • Paragraf Berbutir
  • Paragraf Berbutir
  • Paragraf Berbutir
  • Paragraf Berbutir
  • Paragraf Berbutir


Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan. Paragraf dengan huruf biasa dengan rata kanan dan kiri yang merupakan petikan.
Contoh Gambar




Untuk membuka kode sumber halaman
Mozilla firefox
  1. Klik View
  2. Klik Page Source
  3. Atau dengan cara tekan Ctrl+U di keyboard
  4. Atau dengan cara tekan Alt+V lalu O

Opera
  1. Klik View
  2. Klik Page Source
  3. Atau dengan cara tekan Ctrl+F di keyboard
  4. Atau dengan cara tekan Alt+V lalu O
Microsoft Internet Explorer
  1. Klik View
  2. Klik Page Source
  3. Atau dengan cara tekan Alt+V lalu C


Sekian dariku atas ada pertanyaan kirim di Cbox Chat Widget di halaman sebelah kiri ini.

Read More..

Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas siswa sekolah. Koperasi sekolah dapat didirikan pada berbagai tingkatan sesuai jenjang pendidikan, misalnya koperasi sekolah dasar, koperasi sekolah menengah pertama, dan seterusnya.

Dasar Keputusan
Koperasi didirikan berdasarkan surat keputusan bersama antara Departemen Transmigrasi dan Koperasi dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 16 Juli 1972 Nomor 275/SKPTS/Mentranskop dan Nomor 0102/U/1983. Kemudian diterangkan lebih lanjut dalam surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja , Transmigrasi, dan Koperasi Nomor 633/SKPTS/Men/1974. Menurut surat keputusan tersebut, yang dimaksud dengan koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, Madrasah, dan Pesantren.

Landasan Pokok
Landasan pokok dalam perkoperasian Indonesia bersumber pada UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Pasal ini mengandung cita-cita untuk mengembangkan perekonomian yang berasas kekeluargaan. Peraturan yang lebih terperinci tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Undang-undang ini berisi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat mengenai cara-cara menjalankan koperasi, termasuk koperasi sekolah.
Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah dan guru-guru, terutama guru bidang studi ekonomi dan koperasi. Tanggung jawab ke luar koperasi sekolah tidak dilakukan oleh pengurus koperasi sekolah, melainkan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Departemen Pendidikan Nasional.
Koperasi sekolah tidak berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa atau pelajar pada umumnya belum mampu melakukan tindakan hukum. Status koperasi sekolah yang dibentuk di sekolah merupakan koperasi terdaftar, tetapi tetap mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi.

Pendirian Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha kecil-kecilan, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong kebiasaan untuk berinovasi, belajar menyelesaikan masalah, dan sebagainya. Untuk itu dalam mendirikan koperasi sekolah diperlukan pertimbangan agar yang diharapkan. Untuk itu dalam mendirikan koperasi sekolah, diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar selaras dengan apa yang diharapkan.

Dasar-Dasar Pertimbangan Pendirian Koperasi Sekolah
  1. Menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasian melalui program pendidikan sekolah.
  2. Menumbuhkan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa.
  3. Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi.
  4. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi, agar kelak berguna di masyarakat.
  5. Membantu kebutuhan siswa serta mengembangkan kesejahteraan siswa di dalam dan luar sekolah.

Tujuan Koperasi Sekolah
Tujuan koperasi sekolah adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
Sedangkan pembentukan koperasi sekolah di kalangan siswa dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan berkoperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pendidikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini.

Struktur Organisasi Koperasi Sekolah
Perangkat Organisasi Koperasi Sekolah
Rapat anggota koperasi sekolah
Pengurus koperasi sekolah
Pengawas koperasi sekolah

Dewan Penasihat Koperasi Sekolah
Untuk keperluan bimbingan pada koperasi sekolah, diangkat penasihat koperasi sekolah yang anggota-anggotanya terdiri atas :
Kepala sekolah yang bersangkutan sesuai dengan jabatannya (exofficio);
Guru pada sekolah yang bersangkutan; dan
Salah seorang wakil persatuan orang tua murid yang memiliki pengalaman di bidang koperasi

Pelaksana Harian
Pelaksana harian bertugas mengelola usaha, administrasi, dan keuangan. Pelaksana harian dapat diatur bergantian antara pengurus koperasi sekolah atau ditunjuk secara tetap atau bergantian antara siswa anggota koperasi yang tidak menduduki jabatan pengurus atau pengawas koperasi.

Rapat Anggota
Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya ditetapkan dalam rapat anggota. Di sini para anggota dapat berbicara, memberikan usul dan pertimbangan, menyetujui suatu usul atau menolaknya, serta memberikan himbauan atau masukan yang berkenaan dengan koperasi. Oleh karena jumlah siswa terlalu banyak, maka dapat melalui perwakilan atau utusan dari kelas-kelas.
Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan paling sedikit sekali dalam setahun, ada pula yang mengadakan dua kali dalam satu tahun, yaitu satu kali untuk menyusun rencana kerja tahun yang akan dan yang kedua untuk membahas kebijakan pengurus selama tahun yang lampau. Agar rapat anggota tahunan tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka rapat dapat diadakan pada mas liburan tahunan atau liburan semester.
Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi sekolah, rapat anggota mempunyai wewenang yang cukup besar. Wewenang tersebut misalnya:
  1. Menetapkan anggaran dasar koperasi;
  2. Menetapkan kebijakan umum koperasi;
  3. Menetapkan anggaran dasar koperasi;
  4. Menetapkan kebijakan umum koperasi;
  5. Memilih serta mengangkat pengurus koperasi;
  6. Memberhentikan pengurus; dan
  7. Mengesahkan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.
Pada dasarnya, semua anggota koperasi berhak hadir dalam rapat anggota. Namun, bagi mereka yang belum memenuhi syarat keanggotaan, misalnya belum melunasi simpanan pokok tidak dibenarkan hadir dalam rapat anggota. Ada kalanya mereka diperbolehkan hadir dan mungkin juga diberi kesempatan bicara, tetapi tidak diizinkan turut dalam pengambilan keputusan.
Keputusan rapat anggota diperoleh berdasarkan musyawarah mufakat. Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah, maka pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak di mana setiap anggota koperasi memiliki satu suara.
Selain rapat biasa, koperasi sekolah juga dapat menyelenggarakan rapat anggota luar biasa, yaitu apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenangnya ada pada rapat anggota. Rapat anggota luar biasa dapat diadakan atas permintaan sejumlah anggota koperasi atau atas keputusan pengurus.
Penyelenggara rapat anggota yang dianggap sah adalah jika koperasi yang menghadiri rapat telah melebihi jumlah minimal (kuorum). Kuorum rapat anggota meliputi setengah anggota ditambah satu (lebih dari 50%). Jika tidak, maka keputusan yang diambil dianggap tidak sah dan tidak mengikat.
Hal yang Dibicarakan Rapat Anggota Tahunan
  1. Penilaian kebijaksanaan pengurus selama tahun buku yang lampau.
  2. Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.
  3. Penilaian laporan pengawas
  4. Menetapkan pembagian SHU
  5. Pemilihan pengurus dan pengawas
  6. Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun selanjutnya
  7. Masalah-masalah yang timbul

Keanggotaan Koperasi Sekolah
Keanggotaan koperasi sekolah bersifat terbuka dan sukarela, namun dibatasi hanya kepada siswa-siswa dari sekolah yang mendirikan koperasi tersebut. Dengan
kata lain, tidak dapat ditambah dengan siswa sekolah lain. Jika koperasi sekolah
tersebut berada dalam satu kompleks sekolah (misalnya terdiri dari SD, SMP, dan
SMA), maka siswa di setiap tingkatan sekolah tersebut semuanya dapat menjadi
anggota koperasi sekolah. Meski tidak menutup kemungkinan masing-masing
tingkatan sekolah mendirikan koperasi sendiri-sendiri (jadi ada tiga tingkat
koperasi di satu kompleks sekolah itu). Anggota koperasi sekolah dapat
mengundurkan diri kapan saja, tetapi khusus untuk koperasi sekolah kebebasan
keluar ini dapat mungkin dihindari atau dibatasi. Alasannya, agar siswa dapat
belajar mengenai berorganisasi dan berwirausaha.
Agar koperasi sekolah berhasil mencapai tujuannya, para anggota harus aktif
memajukan usaha koperasi dengan cara rajin menghadiri rapat kerja supaya dapat
memikirkan bersama persoalan-persoalan dalam koperasi. Di luar organisasi,
anggota koperasi dapat menjaga nama baik koperasi sekolahnya.

Ketentuan Keanggotaan Koperasi Sekolah
  1. Mereka yang diterima menjadi anggota koperasi sekolah adalah siswa sekolah
    tempat koperasi itu didirikan.
  2. Setiap anggota mempunyai hak yang sama dalam Rapat Anggota, satu anggota
    memiliki satu suara.
  3. Keanggotaan koperasi sekolah tidak dapat dipindah tangankan kepada orang
    lain.
  4. Setiap anggota koperasi sekolah wajib memenuhi dan melaksanakan
    ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam koperasi, misalnya:

    1. Memenuhi dan melaksanakan AD/ART;
    2. Keputusan rapat anggota; serta
    3. Tata tertib dan ketentuan-ketentuan lainnya.

  5. Setiap anggota harus loyal, taat, dan menjunjung tinggi nama koperasi
    sekolah.
  6. Setiap anggota berhak memilih dan memilih dan dipilih sebagai pengurus
    atau badan pemeriksa.
  7. Keanggotaan koperasi berakhir apabila:

    1. Siswa yang bersangkutan meninggal dunia;
    2. Siswa yang bersangkutan pindah sekolah;
    3. Siswa yang bersangkutan berhenti sekolah karena tamat belajar/lulus pada
      sekolah tersebut dan/atau alasan lainnya; serta
    4. Sebab-sebab lain sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh koperasi
      sekolah yang diatur dalam anggaran dasarnya (AD).

Read More..

Selasa, 12 Juni 2007

Lagu-Lagu SMA Negeri 1 Kesamben

MARS SMUN 1 KESAMBEN | HIMNE SMUN 1 KESAMBEN | SUARA SMANSA

MARS SMUN 1 KESAMBEN
Ciptaan Suhartono, M.Pd
G = Do 4/4
Marcia

Tatap hari esok nan cerah demi masa depan bangsa
Vidya Prajna Jayate itulah sesati yang nyata
SMU Negeri Satu Kesamben
Wahana mendidik putra bangsa
Yang menjunjung tinggi budaya bangsa Indonesia

*raff
Majulah SMU Negeri Satu Kesamben
Tunjukkan kemampuan berpikir yang ulet dan telaten
Demi terwujudnya bangsa nan jaya dengan cita-cita mulia
Berasaskan Pancasila
Dan Undang-Undang Dasar Empat Lima


HIMNE SMUN 1 KESAMBEN
Ciptaan Suhartono, M.Pd
C = Do 4/4
Andante

Telah berdiri di atas bumi pertiwi
Tempat mendidik anak-anak negeri
Terpatri menyatu menjadi satu hati
Satu kata, satu cita dalam berkarya

*raff
Rida Tuhan semata kami berharap
Kejayaan dan keteguhan jiwa menggelora
SMU Negeri Satu Kesamben
Bersamamu generasi bangsa ‘kan tercipta

Satu tekad semangat dalam mengabdi
Atas rida dan bimbingan-Mu Ilahi Robbi
Satukan kami dalam ucap janji pasti
Semoga SMU kita ‘kan tetap jaya abadi (2x)


SUARA SMANSA
Ciptaan Suhartono, M.Pd
C = Do 4/4
Andante

Semangat menyala di dada
Anak-anak negeri
Canda dan tawa menghiasi suasana
Damai bersama alam nan merona

*raff
Menyatu dalam semangat tekadnya
Seguntai harapan cita, cinta, dan cipta
Yang terpatri dalam naungannya
SMUNSA-ku oh MUNSA harapanku

Tekad kami senada seirama
Bersama alunan nada-nada cinta
Tekad kami menyatu dalam jiwa
Antara kami dan dia
Antara kami dan mereka

Read More..

Selasa, 05 Juni 2007

Roket

Roket merupakan peluru kendali atau pesawat terbang yang menghasilkan dorongan melalui reaksi pembakaran dari mesin roket. Dorongan ini terjadi karena reaksi cepat pembakaran/ledakan dari satu atau lebih bahan bakar yang dibawa dalam roket. Dorongan ini digambarkan mengikuti Hukum Pergerakan Newton ke 3. Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.
Dalam istilah militer, Roket merujuk kepada bahan peledak berpendorong tana pengendali. Roket ini bisa diluncurkan oleh pesawat penyerang darat (roket udara ke permukaan), ditembakkan dari permukaan(darat/laut)ke sasaran diudara(darat ke udara), atau bisa ditembakkan dari permukaan(darat/laut) ke sasaran permukaan yang lain. Ketika era perang Vietnam, terdapat juga roket darat-udara tanpa kendali yang dibuat untuk menyerang pesawat yang terbang dalam formasi.Peluru kendali serupa dengan roket dengan perbedaan sistem kendali untuk memperbesar kemungkinan mengenai sasaran.
Ukuran Roket berbeda dari model kecil yang bisa dibeli di toko hobi di negara-negara tertentu, sampai yang berukuran besar Saturn V yang digunakan untuk program Apollo.
Untuk penjelajahan angkasa luar yang tidak terdapat udara maka roket tersebut harus membawa sendiri bahan bakar dan oksigen untuk menghasilkan daya doromg yang diperlukan.
Kebanyakan roket saat ini adalah roket kimia. Mesin roket ini memerlukan bahan bakar padat atau cair, seperti bahan bakar cair Booster/penguat Pesawat ulang-alik dan mesin utamanya yang digunakan untuk melepaskan diri dari gravitasi bumi. Reaksi kimia dimuali di ruang bakar dengan bahan bakar (dengan udara atau oksigen bila di ruang angkasa) dan gas panas yang dihasilkan mengalir dengan tekanan tinggi keluar melalui saluran yang menuju ke arah belakang roket. Tekanan gas yang menyembur keluar inilah yang menghasilkan gaya dorong bagi roket sehingga roket dapat bergerak maju atau ke atas.
Terdapat konsep jenis roket lain yang semakin sering digunakan di luar angkasa adalah pendorong ion, yang menggunakan energi elektromagnet bukan tenaga dari reaksi kimia. Roket termal nuklir juga telah dibangun, tetapi tidak pernah digunakan.
Dalam sejarah, Roket pertama dibuat oleh China sekitar 300 S.M., menggunakan mesiu. Pada mulanya digunakan untuk kepentingan hiburan / keagamaan (untuk menghalau hantu setan), dengan bentuk petasan, tetapi kemudian digunakan dalam peperangan pada abad ke 11. Oleh karena dalam peluncuran roket tekanan yang diberikan pada dinding peluncur roket lemah, penggunaan roket dalam perperangan mendahului penggunaan meriam, yang memerlukan teknologi logam yang lebih tinggi. Peranan roket dalam peperangan intens digunakan pada pihak Eropa ketika Kerajaan Usman. Selama beberapa abad roket tetap menjadi misteri di dunia Barat.
Pada akhir abad ke 18, roket digunakan dalam peperangan di India melawan Inggris, yang mengambil dan memajukannya lebih lanjut pada abad ke 19. Tokoh utama dalam bidang roket ketika ini adalah William Congreve. Dari situ, penggunan roket ketenteraan merebak keseluruh Eropa. Cahaya merah roket memberi inspirasi kepada lagu kebangsaan US, The Star-Spangled Banner.
Roket ketika itu amat tidak efisien. Roket modern bermula ketikaRobert Goddard meletakkan corong de Laval pada kamar pembakaran mesin roket, menggandakan daya dorong dan meningkatkan keeffisen, membuka kemungkinan kepada perjalanan vertikal ke angkasa. Teknik ini kemudiannya digunakan pada roket V-2, dirancang oleh Wernher Von Braun yang menjadi pemain utama dalam memajukan roket modern. V2 digunakan secara luas oleh Adolf Hitler dalam fase akhir Perang Dunia II sebagai senjata teror kepada penduduk Inggris, setiap peluncuran yang berhasil menjulang tinggi ke angkasa menandai awal Zaman Angkasa.

Read More..

Minggu, 27 Mei 2007

Vaksin : Penumbuh Kekebalan

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau "liar". Berasal dari kata vaccinia, penyebab infeksi cacar sapi yang ketika diberikan kepada manusia, akan menimbulkan pengaruh kekebalan terhadap cacar.
Vaksin dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya (protein, peptida, partikel serupa virus, dsb.).

Imunisasi yang Menumbuhkan Kekebalan

Pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu disebut Vaksinasi. Disebut juga Imunisasi karena vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia atau hewan untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Sistem kekebalan mengenali partikel vaksin sebagai agen asing, menghancurkannya, dan "mengingat"-nya. Ketika di kemudian hari agen yang virulen menginfeksi tubuh, sistem kekebalan telah siap:
  1. Menetralkan bahannya sebelum bisa memasuki sel; dan
  2. Mengenali dan menghancurkan sel yang telah terinfeksi sebelum agen ini dapat berbiak.
Imunisasi dibedakan dalam dua jenis, imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Pada imunisasi aktif, tubuh ikut berperan dalam membentuk kekebalan (imunitas). Tubuh seseorang dirangsang untuk membangun pertahanan imunologis terhadap kontak alamiah dengan berbagai penyakit. Sedangkan dalam imunisasi pasif, tubuh tidak dengan sendirinya membentuk kekebalan, tetapi diberikan dalam bentuk antibodi dari luar.
Seseorang yang mempunyai risiko terjangkit penyakit tertentu, diberi antibodi yang spesifik. Umumnya bayi dan anak diberi imunisasi aktif karena imunisasi jenis ini memberi kekebalan yang lebih lama. Sedangkan imunisasi pasif hanya diberikan dalam keadaan sangat mendesak, yakni jika tubuh anak diduga belum mempunyai kekebalan ketika terinfeksi oleh kuman penyakit ganas, seperti tetanus.
Tapi tak jarang pula imunisasi aktif dan pasif diberikan dalam waktu bersamaan. Misalnya, seorang anak yang terserang penyakit tertentu akan memperoleh imunisasi pasif untuk segera menetralisir racun kuman yang beredar. Sedangkan imunisasi aktif diberikan juga untuk mendapatkan kekebalan setelah sembuh dari penyakit tersebut.
Kedua jenis imunisasi tersebut juga berbeda dalam segi bahan bakunya. Dalam imunisasi aktif, tubuh diberi sebagian atau seluruh komponen kuman atau suatu bentuk rekayasa kuman sehingga terjadi rangsangan kekebalan tubuh (imunologik) yang menyerupai respon terhadap infeksi alamiah oleh kuman itu. Sedangkan respon dalam tubuh itu sendiri bisa berupa terbentuknya antitoksin (zat anti terhadap racun yang dibuat oleh mikroorganisme) atau bentuk lain yang efeknya menetralisir kuman. Sementara dalam imunisasi pasif, tubuh diberi antibodi spesifik (sudah siap pakai) yang dapat habis dalam tubuhnya.
Beberapa imunisasi dapat membentuk kekebalan tubuh seumur hidup, seperti campak. Namun ada pula bentuk imunisasi yang memberikan kekebalan tubuh dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja, DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan polio.
Efektivitas suatu imunisasi aktif dapat diukur dengan memeriksa adanya proteksi terhadap suatu penyakit yang dituju. Pemeriksaan imunoglobin sering dipakai untuk pembuktian terjadinya proteksi terhadap penyakit tertentu. Tetapi bukan merupakan jaminan mutlak, karena pada keadaan tertentu kadar imunoglobin tidak dapat digunakan sebagai patokan terjadinya proteksi.
Pada dasarnya ada vaksin yang dibuat dari kuman yang dilemahkan atau dimatikan. Kuman yang dimatikan ini tidak dapat berkembang biak (replikasi) dalam tubuh manusia, sehingga untuk merangsang pembentukan antibodi diperlukan dalam jumlah banyak. Selain itu, secara berkala dibutuhkan juga pemberian vaksin ulangan untuk memperkuat antibodi.

Jenis-Jenis Imunisasi

Biasanya imunisasi bisa diberikan dengan cara disuntikkan maupun diteteskan pada mulut anak balita (bawah lima tahun). Berikut ini adalah Jenis-jenis imunisasi pada balita :

a. Imunisasi BCG
Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis. Imunisasi BCG dilakukan sekali pada bayi usia 0-11 bulan, lalu DPT diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi polio diberikan empat kali pada bayi 0-11 bulan dengan interval minimal empat minggu. Sedangkan campak diberikan satu kali pada bayi usai 9-11 bulan. Terakhir, imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada bayi usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu.

b. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang

c. Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Vaksin DT dibuat untuk keperluan khusus, misalnya pada anak yang tidak boleh atau tidak perlu menerima imunisasi pertusis, tetapi masih perlu menerima imunisasi difteri dan tetanus. Setiap orang dewasa harus mendapat vaksinasi lengkap tiga dosis seri primer dari difteri dan toksoid tetanus, dengan dua dosis diberikan paling tidak berjarak empat minggu, dan dosis ketiga diberikan enam hingga 12 bulan setelah dosis kedua. Jika orang dewasa belum pernah mendapat imunisasi tetanus dan difteri maka diberikan seri primer diikuti dosis penguat setiap 10 tahun.

d. Imunisasi TT
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk mendapatkan kekebalan penuh. Imunisasi TT yang pertama bisa dilakukan kapan saja, misalnya sewaktu remaja. Lalu TT2 dilakukan sebulan setelah TT1 (dengan perlindungan tiga tahun). Tahap berikutnya adalah TT3, dilakukan enam bulan setelah TT2 (perlindungan enam tahun), kemudian TT4 diberikan satu tahun setelah TT3 (perlindungan 10 tahun), dan TT5 diberikan setahun setelah TT4 (perlindungan 25 tahun).

e. Imunisasi Campak
Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek). Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih.

f. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair. Campak juga menyebabkan infeksi telinga dan pneumonia. Campak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian. Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Gondongan bisa menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah zakar sehingga terjadi kemandulan. Campak Jerman (rubella) menyebabkan demam ringan, ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. Rubella juga bisa menyebabkan pembengkakan otak atau gangguan perdarahan.

g. Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang cukup mahal. Tetapi dari segi manfaat, imunisasi ini cukup penting. Hemophilus influenzae merupakan penyebab terjadinya radang selaput otak (meningitis), terutama pada bayi dan anak usia muda. Penyakit ini sangat berbahaya karena seringkali meninggalkan gejala sisa yang cukup serius. Misalnya kelumpuhan. Ada 2 jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib dan Pedvax.

h. Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. Cacar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan, kemudian secara perlahan mengering dan membentuk keropeng yang akan mengelupas.

i. Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter. Orang dewasa yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis B adalah individu yang dalam pekerjaannya kerap terpapar darah atau produk darah, klien dan staf dari institusi pendidikan orang cacat, pasien hemodialisis (cuci darah), orang yang berencana pergi atau tinggal di suatu tempat di mana infeksi hepatitis B sering dijumpai, pengguna obat suntik, homoseksual/biseksual aktif, heteroseksual aktif dengan pasangan berganti-ganti atau baru terkena penyakit menular seksual, fasilitas penampungan korban narkoba, imigran atau pengungsi di mana endemisitas daerah asal sangat tinggi/lumayan. Berikan tiga dosis dengan jadwal 0, 1, dan 6 bulan. Bila setelah imunisasi terdapat respon yang baik maka tidak perlu dilakukan pemberian imunisasi penguat (booster).

j. Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah).

k. Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama 3 sampai 5 tahun. Oleh karena itu perlu diulang kembali. Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul. Sedangkan bentuk suntikan diberikan satu kali. Pada imunisasi ini tidak terdapat efek samping.

l. Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan pada orang yang berisiko terinfeksi virus ini, seperti penyaji makanan (food handlers), mereka yang sering melakukan perjalanan atau bekerja di suatu negara yang mempunyai prevalensi tinggi hepatitis A, homoseksual, pengguna narkoba, penderita penyakit hati, individu yang bekerja dengan hewan primata terinfeksi hepatitis A atau peneliti virus hepatitis A, dan penderita dengan gangguan faktor pembekuan darah.

Kondisi yang Bukan Halangan untuk Melakukan Imunisasi:

  • Gangguan saluran napas atas atau gangguan salurancerna ringan
  • Riwayat efek samping imunisasi dalam keluarga.
  • Riwayat kejang dalam keluarga.
  • Riwayat kejang demam
  • Riwayat penyakit infeksi terdahulu
  • Kontak dengan penderita suatu penyakit infeksi
  • Kelainan saraf menetap seperti palsi serebralsindrom Down
  • Eksim dan kelainan lokal di kulit
  • Penyakit kronis (jantung, paru, penyakit metabolik)
  • Terapi antibiotika; terapi steroid topikal (terapi lokal, kulit, mata)
  • Riwayat kuning pada masa neonatus atau beberapa hari setelah lahir
  • Berat lahir rendah
  • Ibu si anak sedang hamil
  • Usia anak melebihi usia rekomendasi imunisasi

Kondisi Dimana Imunisasi Tidak Dapat Diberikan atau Imunisasi Boleh Ditunda:

  • Sakit berat dan akut; Demam tinggi;
  • Reaksi alergi yang berat atau reaksi anafilaktik;
  • Bila anak menderita gangguan sistem imun berat (sedang menjalani terapi steroid jangka lama, HIV) tidak boleh diberi vaksin hidup (Polio Oral, MMR, BCG, Cacar Air).
  • Alergi terhadap telur, hindari imunisasi influenza

Jadwal Imunisasi

Berikut ini adalah jadwal imunisasi anak rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Periode 2004 (revisi September 2003):


Keterangan jadwal imnisasi rekomendasi IDAI :
  1. Saat Lahir - Hepatitis B-1 HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari. Polio-0 Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain)
  2. 1 Bulan - Hepatitis B-2 Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.
  3. 0-2 Bulan - BCG BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan diberikan pada umur > 3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu dan BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
  4. 2 Bulan - DTP-1 DTP-1 diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP-1 diberikan secara kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T). Hib-1 Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-1. Polio-1 Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DTP-1
  5. 4 Bulan - DTP-2 DTP-2 (DTwp atau DTap) dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-2 (PRP-T). Hib-2 Hib-2 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-2. Polio-2 Polio-2 diberikan bersamaan dengan DTP-2
  6. 6 Bulan - DTP-3 DTP-3 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T). Hib-3 Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan. Polio-3 Polio-3 diberikan bersamaan dengan DTP-3. Hepatitis B-3 HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapatkan respons imun optimal, interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.
  7. 9 Bulan - Campak-1 Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan, campak-2 merupakan program BIAS pada SD kelas 1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapatkan MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan.
  8. 15-18 Bulan - MMR Apabila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan. Hib-4 Hib-4 diberikan pada 15 bulan (PRP-T atau PRP-OMP).
  9. 18 Bulan - DTP-4 DTP-4 (DTwp atau DTap) diberikan 1 tahun setelah DTP-3. Polio-4 Polio-4 diberikan bersamaan dengan DTP-4.
  10. 2 Tahun - Hepatitis A Vaksin HepA direkomendasikan pada umur > 2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.
  11. 2-3 Tahun - Tifoid Vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur > 2 tahun. Imunisasi tifoid polisakarida injeksi perlu diulang setiap 3 tahun.
  12. 5 Tahun - DTP-5 DTP-5 diberikan pada umur 5 tahun (DTwp/DTap). Polio-5 Polio-5 diberikan bersamaan dengan DTP-5.
  13. 6 Tahun - MMR Diberikan untuk catch-up immunization pada anak yang belum mendapatkan MMR-1.
  14. 10 Tahun - DT/TT Menjelang pubertas, vaksin tetanus ke-5 (dT atau TT) diberikan untuk mendapatkan imunitas selama 25 tahun. Varisela Vaksin varisela diberikan pada umur 10 tahun.

Sumber:

Read More..

Selasa, 22 Mei 2007

Cecoretan episode #2 : Mengenal Tsunami

Istilah tsunami berasal dari bahasa Jepang “tsu” yang berarti gelombang dan “nami” pelabuhan. Secara bebas, tsunami diartikan sebagai gelombang laut yang melanda pelabuhan.
Tsunami dapat oleh gangguan bawah laut yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung api, longsor, atau meteor yang jatuh ke bumi. Namun umumnya tsunami terjadi akibat gempa bumi bawah laut. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Terjadilah aliran energi air laut, yang seketika sampai di pantai menjadi gelomabang besar yang di sebut tsunami
Kecepatan gerakan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi. Kecepatan bisa mencapai ribuan kilometer, bila tsunami mencapai pantai, kecepatan 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya Di tengah laut tinggi gelombangtsunami paling besar sekitar lima meter, maka saatmencapai pantai tinggigelombangnya bisa mencapai pulujan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencpai pantai tsunami akan merayap masuk dratan jauh dari garis pantai dengan jankauan lima ratus meter dari garis pantai.

Syarat terjadinya tsunami
  1. Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km
  2. Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  3. Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun
  4. Biasanya terjadi di pantai terbuka dan landai serta berbentuk teluk
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkn korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih

Tanda-tanda tsunami
  1. Bencana tsunami diawali oleh gempa bawah laut, biasanya terasa di wilayah pantai
  2. Setelah gempa terjadi maka air laut surut sanagat renda secara tiba-tiba, seolah-olah tersedot ke dasar laut
  3. Tercium bau garam yang tidak seperti biasanya dari pantai

Jika kita menghadapi tanda-tanda tersebut, beri tahulah orang-orang untuk bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Sebelum tsunami terjadi, ketahuilah jalur menuju tempat yang aman, semisal dataran yang lebih tinggi

Lokasi gempa dan dampaknya

Kedalaman (m)

Kecepatan (Km/jam)

Panjang Gelombang (Km)

7000

943

282

4000

713

213

2000

504

151

200

195

48

50

79

23

10

36

10.6

Pada saat tsunami datang

  • Jangan panik
  • Jangan menjadikan gelombng tsunami sebagai tontonan. Apabila gelombang tsunami dapat dilihat, berarti kita berada di kawasan yang berbahaya
  • Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi
  • Bergeraklah dengan cepat ke tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang di sekitar turut serta. Tetaplah di tempat yang aman sampai air laut benar-benar surut

Sesudah tsunami
  • Ketika kembali ke rumah, jangan lupa memeriksa kerabat satu-persatu
  • Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman
  • Hindari instalasi listrik
  • Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi Jalinlah komunikasi dan kerja sama degan warga sekitar
  • Bersiaplah untuk kembali ke kehdupan yang normal


Sumber

Read More..

Rabu, 16 Mei 2007

Sejarah nama Indonesia

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara
Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer.

Nusantara

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.
Pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit, Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Sumpah Palapa dari Gajah Mada tertulis "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat).
Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.
Sampai hari ini istilah nusantara tetap dipakai untuk menyebutkan wilayah tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis:
"... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians"

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.
Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan:
"Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago"

Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Nama indonesisch (Indonesia) juga diperkenalkan sebagai pengganti indisch (Hindia) oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander (pribumi) diganti dengan indonesiër (orang Indonesia).

Politik

Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,:
"Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Hindia Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Tetapi Belanda menolak mosi ini.
Dengan jatuhnya tanah air ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda". Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, lahirlah Republik Indonesia.

Sumber :

Read More..